Menu

Mode Gelap

Mom · 3 Nov 2023 01:03 WIB ·

Tanda-tanda Alergi Kosmetik yang Perlu Diwaspadai dan Cara Mengatasinya


 Tanda-tanda Alergi Kosmetik yang Perlu Diwaspadai dan Cara Mengatasinya Perbesar

Jakarta

Produk kosmetik bisa menyebabkan alergi pada sebagian orang. Supaya tidak memperburuk kondisi kulit yang mengalami alergi kosmetik, ada beberapa tanda pada kulit yang perlu diwaspadai.

Kosmetik adalah zat yang diaplikasikan pada permukaan kulit, rambut, atau kuku yang dirancang untuk mengubah penampilan seseorang.

Reaksi merugikan terhadap kosmetik cukup umum terjadi mengingat penggunaannya yang ekstensif. Kosmetik dapat mengiritasi kulit secara langsung atau memicu respons alergi yang dimediasi oleh kekebalan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




Banner Artis Terapkan Parenting Islami

Biasanya, iritasi akan terjadi saat pertama kali seseorang menggunakan kosmetik, dibandingkan dengan reaksi alergi yang memerlukan paparan berulang kali. Beberapa orang memiliki kulit yang sangat sensitif sehingga tidak toleran terhadap banyak kosmetik.

Tanda-tanda alergi kosmetik

Terkadang sulit untuk menentukan pada awalnya, tetapi tidak perlu khawatir karena berikut adalah beberapa tanda-tanda alergi kosmetik yang kemungkinan dialami Bunda.

1. Menimbulkan ruam yang tidak biasa

Melansir dari laman self, ahli alergi dan imunologi, Purvi Parikh, mengatakan dermatitis kontak alergi, yaitu reaksi yang timbul dari kontak dengan alergen, sebenarnya sangat mirip dengan eksim.

Tampak ruam merah, gatal, kering, atau bersisik di sekitar area tempat Bunda menggunakan makeup. Dalam kasus yang ekstrem, reaksi alergi bahkan bisa menyebabkan kulit melepuh atau bengkak.

Jenis alergi ini sangat mirip dengan poison ivy, ini bisa muncul sebagai ruam yang melepuh pada berbagai warna kulit.

2. Muncul reaksi alergi selama bertahun-tahun

Seseorang yang memiliki riwayat eksim, asma, atau alergi musiman cenderung mengalami ruam lebih cepat. Dalam kebanyakan kasus, sistem kekebalan tubuh menjadi hipersensitif terhadap bahan kimia seiring waktu.

Semakin sering menggunakan riasan, sistem kekebalan tubuh menjadi peka terhadap riasan tersebut dan menimbulkan reaksi yang kuat.

Bunda bisa saja menggunakan lipstick dengan aman selama 10 tahun tanpa masalah, tiba-tiba mengalami reaksi alergi. Di sisi lain, hal ini juga bisa terjadi karena sesuatu yang baru Bunda masukkan ke dalam rangkaian make-up.

3. Membutuhkan waktu berminggu-minggu

Reaksi alergi kosmetik seringkali muncul lebih dari 24 jam. Pada pemaparan pertama diperlukan waktu beberapa minggu untuk pemasangnnya. Jika ini yang kedua kalinya, reaksinya bisa terjadi segera atau dalam beberapa hari pertama.

Terkait reaksi kosmetik, beberapa penyebab paling umum adalah logam seperti nikel dan kobalt, yang ditemukan di beberapa eyeshadow, anti perspiran, dan pewarna rambut. Pengawet seperti paraben dan methylisothiazolinone juga termasuk dalam daftar alergen.

Campuran wewangian adalah bahan lainnya yang perlu diwaspadai pada label kosmetik dan skincare. Meski bahan-bahan ini biasanya tidak mengancam jiwa, itu dapat menyebabkan reaksi alergi pada seseorang dengan kulit sensitif.

Cara mengatasi alergi kosmetik

Melansir dari laman medical news today, perawatan tergantung pada jenis alergi dan lokasi serta tingkat keparahan gejala. Berikut adalah beberapa perawatan umum yang kerap dipilih untuk mengatasi alergi kosmetik.

1. Antihistamin

Antihistamin dapat mengurangi pembengkakan dan rasa gatal akibat ruam dan gatal di wajah. Obat ini juga membantu mengatasi gejala seperti mata berair, hidung tersumbat, dan kesulitan bernapas.

Jika seseorang mengetahui dirinya akan bersentuhan dengan alergen, ia dapat mengonsumsi antihistamin terlebih dahulu untuk mencegah atau mengurangi reaksi alergi. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, krim, obat tetes mata, dan semprotan hidung.

2. Kortikosteroid

Krim, semprotan, dan obat tetes mata yang mengandung kortikosteron dapat membantu mengurangi peradangan. Mereka dapat membuka saluran udara di hidung untuk membantu mengatasi kesulitan bernapas.

3. Pelembap

Emolien yang dijual bebas atau diresepkan dapat membantu melembapkan kulit kering dan mengurangi rasa gatal. Mereka juga membentuk lapisan yang melindungi dari alergen.

4. Kompres dingin

Kain dingin dan lembap dapat meredakan rasa gatal dan mengurangi peradangan. Ini dapat ditempatkan pada kulit kapan pun diperlukan untuk mengurangi ketidaknyamanan.

5. Imunoterapi

Untuk alergi yang parah atau terjadi secara terus-menerus, dokter kemungkinan akan merekomendasikan imunoterapi untuk Bunda.

Di sini, seseorang secara bertahap terpapar alergen dengan dosis yang meningkat hingga tiga tahun agar tubuh terbiasa. Hal ini dapat mengurangi seberapa parah dan lama gejalanya berlangsung.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Bunda ketahui terkait tanda alergi kosmetik. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

Saksikan juga video dampak negatif pada kulit yang terpapar polusi udara yang ada di bawah ini, ya, Bunda.

(asa/som)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Kontributor

Baca Lainnya

5 Potret Kehidupan Rachel Amanda Kuliah S2 di Belanda & Mesra Bareng Suami

10 December 2023 - 07:59 WIB

Janin Sering Cegukan, Kenali Penyebab, Cara Mengatasi & Bedaya dengan Tendangan Bayi

10 December 2023 - 03:52 WIB

janin-cegukan

7 Potret Kimberly Ryder & Edward Akbar 5 Th Menikah, Awalnya Kepincut Gara-gara Salat Subuh

9 December 2023 - 23:49 WIB

10 Tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Perlu Diwaspadai, Mudah Lapar dan Brain Fog

9 December 2023 - 19:42 WIB

Cerita Bunda Vanessa Bisnis Bekal Anak Sekolah, Omzet Capai Rp30 Juta per Bulan

9 December 2023 - 15:40 WIB

7 Potret Abbey Putri Artika Sari Devi yang Sudah Remaja, Mulai Ngeband Seperti Ayahnya

9 December 2023 - 11:37 WIB

Trending di Mom