Site icon Xschoolpedia

8 Ciri-ciri Sifilis pada Wanita yang Perlu Diwaspadai, Bisa Lumpuh Bun

Menurut U.S. Department of Health and Human Services, sifilis cenderung lebih umum terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria. Namun ini tak menutup kemungkinan sifilis ditemukan pada perempuan.

Sekitar 1 dari 10 diagnosis sifilis bisa terjadi pada perempuan. Sifilis termasuk penyakit menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk wanita.

Gejala sifilis dapat muncul dalam beberapa minggu hingga beberapa tahun setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Gejala sifilis pada wanita dapat berbeda-beda pada setiap tahapnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




Sifilis sebenarnya sangat menakutkan. Ini merupakan infeksi bakteri yang dapat menyebar melalui hubungan seks vagina, oral, atau anal, berkembang dalam tiga tahap yang mulai dari menakutkan hingga mengerikan.

Ada beberapa tahapan jika Bunda menderita sifilis. Apa saja tahapan yang dimaksud?

Tahapan penyakit sifilis

Tahap primer

Gejala sifilis tahap primer biasanya muncul dalam waktu 10 sampai 90 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Gejala yang paling khas adalah luka pada alat kelamin atau di sekitar mulut. 

Luka ini berbentuk bulat, datar, tidak nyeri, dan tidak gatal. Luka ini biasanya akan sembuh dalam waktu 1 sampai 2 bulan tanpa pengobatan tapi bakteri tetap ada di dalam tubuh.

Tahap sekunder

Gejala sifilis tahap sekunder muncul dalam waktu 6 hingga 8 minggu setelah luka pada tahap primer sembuh. Gejala yang dapat muncul pada tahap ini meliputi:

  • Ruam kulit yang tidak gatal
  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berat badan turun

Ruam kulit pada sifilis tahap sekunder dapat muncul di mana saja di tubuh, termasuk di telapak tangan dan telapak kaki. Ruam ini biasanya berwarna merah muda atau merah kecoklatan, dan disertai terasa gatal.

Tahap tersier

Tahap tersier adalah tahap sifilis yang paling berbahaya. Gejala yang dapat muncul pada tahap ini meliputi:

  • Kerusakan pada otak, jantung, pembuluh darah, tulang, dan mata
  • Kelumpuhan
  • Demensia
  • Kebutaan

Meski risiko menyerang wanita hanya sedikit namun tetap bisa saja terjadi. Bunda perlu memahami beberapa ciri-ciri sifilis pada wanita yang perlu diwaspadai.

“Penting untuk mendiagnosis dan mengobati sifilis sejak dini karena penyakit ini dapat berkembang ke tahap yang dapat memengaruhi otak atau kesehatan Anda secara keseluruhan, dan penyakit ini dapat menular ke bayi jika tidak terdiagnosis saat hamil,” kata Jessica Shepherd, M.D., dokter obgyn di Chicago, dilansir dari Women’s Health Magazine.

Ciri-ciri sifilis pada wanita

1. Terdapat luka yang keras, bulat, dan tidak nyeri

Menurut CDC, pada tahap pertama sifilis yang berlangsung tiga hingga enam minggu, Bunda mungkin melihat banyak luka di tempat infeksi. Biasanya ada beberapa di satu area, masing-masing sedikit lebih besar dari jerawat.

“Jika tidak diobati, infeksi akan berkembang menjadi sifilis tahap kedua,” kata Shepherd.


2. Ruam kulit

Perhatikan ruam yang aneh di bagian tubuh Bunda. Pada tahap sekunder sifilis yang tidak diobati, Bunda mungkin menemukan ruam di beberapa bagian tubuh secara acak.

“Anda akan melihat benjolan kecil berwarna merah yang kasar, dan mungkin tidak disadari karena tidak menyebabkan gatal,” ujar Shepherd.

Ruam ini biasanya cukup terlokalisasi. Pada titik ini, bakteri sifilis telah menyebar melalui darah sehingga bakteri tersebut mulai memengaruhi bagian tubuh Bunda di luar tempat pertama kali terpapar.

3. Demam dan pembengkakan kelenjar getah bening

Ciri-ciri sifilis lainnya mungkin mengalami demam dan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Demam karena sifilis tidak bertahan lama namun umumnya disertai pembengkakan kelenjar getah bening.

“Demam bisa menjadi pertanda banyak hal. Jadi jika Anda belum melihat gejala sifilis lainnya, mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujar Shepherd.

4. Luka di mulut, vagina, dan anus

Ciri lain dari sifilis tahap sekunder adalah adanya beberapa luka besar (1 cm hingga 3 cm), menonjol, berwarna abu-abu, atau putih yang muncul di area lembap seperti mulut, ketiak, atau selangkangan.

“Bentuknya seperti kutil, agak menonjol, dan tidak nyeri. Faktanya, penyakit ini bisa salah didiagnosis sebagai kutil kelamin, dan sebenarnya tidak menimbulkan rasa sakit. Apa pun pilihannya, jika melihat benjolan seperti ini, sebaiknya segera buat janji temu dengan dokter kandungan,” saran Shepherd.

5. Rambut rontok tidak merata

Pada tahap sekunder sifilis, Bunda mungkin menemukan bintik-bintik botak di kulit kepala. Dikenal sebagai sifilis alopecia, ini bukanlah salah satu gejala besardan tidak biasa kita lihat sendiri.

Faktanya, rambut rontok pada wanita dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk perubahan hormonal, pengobatan, dan kondisi medis. 

“Jika Bunda mengalami rambut rontok, kami biasanya melihat gejala lain seperti ruam, maka segera periksa. Setelah sifilis diobati, rambut akan tumbuh kembali.

6. Penurunan berat badan

“Beberapa wanita menyadari berat badan mungkin turun beberapa kilogram akibat sifilis tahap kedua, tapi tidak ada yang dramatis,” kata Shepherd.

7. Defisit sensorik dan lumpuh

Ketika sifilis yang tidak diobati mencapai tahap tersier, bakteri pada akhirnya dapat mempengaruhi otak. Dikenal sebagai neurosifilis, menurut CDC, penyakit ini menyerang hingga 10% pasien sifilis yang tidak diobati dan dapat menyebabkan meningitis atau peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang.

Selain sakit kepala dan kesulitan mengoordinasikan gerakan otot, gejala lainnya termasuk perubahan perilaku, kelumpuhan, defisit sensorik, dan demensia, menurut Mayo Clinic. Kabar baiknya, sifilis dapat diobati pada tahap apa pun dengan antibiotik.

Bunda mungkin perlu minum obat selama berminggu-minggu atau mungkin dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan antibiotik IV pada tahap ini.

8. Penglihatan kabur

Sifilis mata termasuk efek tersier lain dari sifilis yang tidak diobati, di mana bakteri mempengaruhi saraf optik di otak, menurut CDC. Gejalanya bisa berupa perubahan penglihatan hingga kebutaan permanen. 

“Sifilis adalah patogen yang ditularkan melalui darah, jadi jika sudah masuk ke otak, maka akan berdampak pada organ tersebut. Hanya tinggal menunggu waktu sebelum sampai di sana,” kata Shepherd.

Pencegahan sifilis pada wanita

Cara terbaik untuk mencegah sifilis dengan menggunakan kondom saat berhubungan intim. Selain itu, Bunda juga dapat melakukan hal-hal berikut untuk mengurangi risiko tertular sifilis:

  • Bersikaplah setia kepada pasangan.
  • Lakukan tes IMS secara rutin, terutama jika Bunda berganti pasangan seksual.
  • Hindari berbagi jarum suntik.

Tips untuk mencegah penularan sifilis dari ibu ke bayi:

  • Lakukan pemeriksaan sifilis sebelum hamil.
  • Jika Bunda positif sifilis, obati sifilis sebelum hamil.
  • Dapatkan perawatan prenatal yang rutin.
  • Jika bayi Bunda lahir dengan sifilis, bayi akan membutuhkan pengobatan antibiotik.

Pengobatan sifilis

Sifilis dapat diobati dengan antibiotik. Pengobatan biasanya dilakukan dengan pemberian antibiotik penisilin. Jika Bunda mengalami gejala sifilis, segera periksakan diri ke dokter. Semakin cepat diobati, semakin kecil kemungkinan Bunda mengalami komplikasi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

Simak video berikut ini untuk tahu cara praktis membersihkan mesin cuci top load tanpa dibongkar:

[Gambas:Video Haibunda]

(fia/fia)

Exit mobile version